Selasa, 05 Februari 2013

Kisah tak Diharapkan (part1)



                Dear Bloggie

Cerita hari ini agak rumit. Membayangkan sebuah labirin yang sangat luas dan hanya sendiri di dalamnya. Tak tahu harus melangkah ke mana. Sekali melangkah, cerita baru akan muncul. Dan setiap belokkan, akan memunculkan cerita yang berbeda dan sering kali tidak diharapkan. Mungkin saja, pernah terjadi pada anda. Namun saat ini, gue lah yang mengalaminya.


Banyak yang menganggap, kisah rumit ku ini berasal dari sebuah keisengan belaka. Tidak ada kerjaan yang diberi oleh guru, lama lama bosan. Suntuk itu pasti, gak ada yang dilakuin. Daripada bosan, mending iseng main SOS sama teman sebangku. Atau tidak, panco, logika sehari hari, tebak tebakan, bahkan sampai pancasila lima dasar. Gak tau deh mau tebak- tebakan nama apa. Sangking gak ada kerjaan, SMS iseng jadi pilihan hiburan. Yang diisengin, pastilah lawan jenis. Terutama gue cowok, masa gue kerjain cowok. Nanti suka lagi (euh).

Namun jujur, target pertama gue emank cowok. Buat ngetes dulu sukses apa tidak. SMS yang gue kirim berbunyi “.haii beib”. Namun yang terjadi, dia gak respon balik. Entah karena habis pulsa atau hape nya mati, entahlah. Namun keesokan harinya, orang yang gue kerjain kena musibah.

“Bro…. sibuk bro??” Gue menyapa.
“Jangan sekarang bro ya…. Gue baru putus ma pacar gue….”
“Lho…. Mank napa putus?”
“Kmaren pas berduaan, cewek gue megang hape gue. Saat itu ada yang SMS dari nomor asing. Tulisannya ‘.haii beib’, ya cewek gue langsung marah- marah kayak kingkong. Dan minta putus abis itu (Wajah sedih).”
“(Ups) Sayang banget bro….” Matilah gue kalo ketahuan…….

Daripada kejadian kayak barusan, kegiatan kerjain orang lewat SMS dihentikan. Kembali suntuk itu pasti. Sampai…….

“Eh…… (Tatapan tajam)” orang di depanku memanggil
“Kenape…..?? (Balas tatap)”

Suasana menjadi hening, namun masih tatap- tatapan mata. Karena gak tahan, gue mengedipkan mata.

“Yee dia kedip…. Aku menang…!!!” Orang di depanku berseru ria
“Lho…. Kan kita gak main…!!!”
“Tapi kamu Kediiip……” Seneng banget ni orang…..
“Emank kenapa kalau aku kedip??”
“Tandanya aku yang menang….!!”
(hanya bisa tersenyum). Dalam pikiran gue, ni orang kayaknya rada gila. Atau mungkin, masa kecilnya kurang bahagia. Tapi tak apalah, lagian dia juga teman sekelas gue.

Keesokan harinya, saya berniat tanding ulang dengan orang di depan saya. Namun belum ada jam kosong. Pelajaran masih numpuk, sementara rasa suntuk sudah melanda.

“Ehh….. (tatapan tajam)” Orang di depan ku kembali memanggil
“Ape!! (balas tatap)” saya balas

Gak mau tertipu lagi, saya sudah bertekad tidak akan berkedip sampai ia duluan yang berkedip. Pertarungan berjalan lama. Sampai akhirnya ada pesan masuk di hape gue. Sontak langsung gue palingkan wajah ke hape.

“Yee… dia noleh. Aku menang…!!” orang di depanku berseru
“Lho, emank gak boleh?”
“Ya enggak lah, ni kan tahan tahanan mata!!”
Yah, kalah lagi deh….. L

Esok harinya lagi, niat untuk menang masih membara dalam hati. Dan kali ini gue yang mulai.

“Woy……!!!” Seru diriku
“(tanpa berbicara, namun langsung tatap- tatapan mata)”
“Gak boleh kedip ya….!!” Saya berkata
“Iya….!!!” Ia menjawab

Pertarungan sudah berjalan 1 menit, dan belum ada yang kedip. Hape di kantong gue tiba- tiba getar, pertanda pesan masuk. Namun ku abaikan. Daripada kalah lagi. Selang beberapa saat, hape dia berbunyi. Dia sudah merogoh kantongnya.

“Gak boleh noleh ke hape!!” Seru diriku, Enak aje lo….
“(hanya tersenyum manis)”

Pertarungan masih berlanjut, dan belum ada yang kedip. Tahan juga ni orang…… Selang beberapa saat, dating seorang teman ke sebelahku.

“Nan, pinjam PR mu nah…!!”
“Ada di laci…..!!” Seruku tanpa menoleh sedikitpun.
“Ciee….. tatap tatapan…. Nanti suka lho….!!” Nyebelin ni orang……
“Gak akan….!!!” Seru diriku

Mataku sudah perih. Gue udah gak tahan lagi pengen kedip. Namun yang terjadi, dia kedip duluan.
“Yee, gue menang…!!” Seru diriku gembira

Dia hanya bisa tertawa. Karena mungkin dia baru pertama ini kalah.

Kegiatan battle tahan kedip ini terus kami lakukan sampai bosan. Spekulasi teman sekelas yang berkata “Ciee….. tatap tatapan…. Nanti suka lho….!!” Terus kami hiraukan. Dan pada akhirnya, kami menghentikan kegiatan ini karena tugas sudah mulai banyak.
Pada akhirnya, sumpah anak anak itu terjadi……. (To be continued)

Tidak ada komentar: