Kamis, 03 Januari 2013

Pesan yang Terputus

Awalnya hanya mengkhayal bisa mengatakan "Kedepan aku ingin melihatmu sebagai
...." kepada dia.
Pernah saya bercerita tentang saya (Fatur) dan ketiga kawan saya yang duduk berdekatan yang saling berbagi cerita tentang masa depan "Jika sudah lulus mau k e mana?". Dan jawaban saya adalah kuliah mengambil jurusan psikologi, masalah di kota mana, itu urusan nanti. Saya tertarik dengan jawaban Indri yang ingin kuliah kedokteran. Dan setelah lulus dari kuliah, dia ingin punya rumah sakit sendiri. Sungguh cita cita yang luar biasa.

Saya membuat planning akan kuliah di Jogja, Walau kelihatannya sulit, namun jika sudah niat maka sulit di lepas. Setiap hari mencari informasi tentang beasiswa psikologi dalam negeri. Namun kebanyakan penawaran dari luar negeri. Saya mulai pesimis, apakah tidak ada beasiswa psikologi di negeri sendiri.....?? Karena sudah tekad, penawaran beasiswa luar negeri pun saya ambil. Toh pengalaman jika gagal. Syaratnya sangatlah berat, gtentulah....... kan beasiswa internasional....... :D
Sambil mencari informasi, saya sontak teringat mimpi yang pernah singgah di lelapnya tidurku. Mimpi kalau dapat pelajaran psikologi gratis di suatu universitas yang kebetulan satu univ dengan Indri. Indri mengambil kedokteran sesuai keinginannya. Kami bertemu di tangga kampus saat saya membaca buku di sana. Ia datang dengan senyum yang manis, sapaan hangat, dan keceriaana di dalam hatinya. Entah apa yang ia pikirkan, dia waktu itu beda banget dibandingkan ketika kami sekolah.
"Eh gak usah diberesin.....!!" seru diriku
"Kenapa tidak usah....???" Indri menjawab
"Ya biar saya saja yang betesin buku buku saya....!!"
"Gak apa apa kok. Sebagai......."
Tiba tiba khayalan itu hilang. Melamun itu boleh, tapi jangam sering sering.
Esok harinya, saya sudah di bandara Sepinggan (Balikpapan) untuk berangkat ke Jakarta lalu transit ke Belanda. Ada interview kuliah yang harus dijalani. Dan mungkin tak akan kembali dalam waktu dekat. Hanya orang tuaku, Maja, Gisel dan Indri yang menemaniku sebelum akhirnya masuk pesawat. Maja dan Gisel pergi sebentar buat beli minum, dan orang tuaku sedang ke toilet. Hanya tinggal saya dan Indri yang duduk di ruang tunggu. Daripada suntuk, mending ceritaan sama Indri.
Fatur    : Indri, saya mau cerita
Indri     : Cerita apa.....??
Fatur    : Mungkin agak aneh kamu mendengarnya. Walau hanya mimpi, tapi aku pengen kamu dengar......
Indri     : Kamu mimpi......? Mimpi apa.....?? Cerita donk......
Fatur    : (Kepo juga ni anak) Gini, waktu itu saya bermimpi kalau saya dapat pelajaran psikologi gratis. Setelah pelajaran selesai, saya membaca buku Chairul Tanjung. Saat asik membaca, tiba tiba kamu datang dengan senyum yang manis, wajah yang ceria, seakan akan baru dapet uang gajian.
Indri     : Oooh, iyakah aku manis......??!! Kayaknya biasa aja...
Fatur    : Hehe.... Di sana kau dapat pelajarn kedokteran gratis. Seperti keinginanmu. Sewaktu kau menghampiriku, kau begitu baik, sampai sampai mau merapikan buku buku saya yang berantakan di tangga. Waktu saya bertanya kenapa kamu baik banget hari ini, kau menjawabnya dengan.......
Indri     : Dengan apa......??
Fatur    : Ah, itu hanya mimpi.....
Indri     : Jangan bikin penasaran donk....
Fatur    : Haha... Iya iya.... Kau menjawabnya dengan seakan akan kita sudah "Sah"...
Indri     : Maksudnya Sah......????
Fatur    : (berbisik ke telinga Indri) Namun aku tahu itu hanya mimpi. Dan kau pun sudah ada yang punya. Jadi......
Indri     : (terdiam)
Fatur    : Namun aku ingin satu hal darimu..... boleh.....???
Indri     : Hmm... apa....??
Fatur    : Aku ingin kamu benar benar menjadi dokter yang sukses, dan Kedepan aku ingin melihatmu lagi sebagai Istri dari Dion. Pacarmu sekarang...
"Mohon perhatian, kepada para penumpang Ga**da Indonesia Boeing 737 200 tujuan Jakarta, dipersilahkan untuk menaiki pesawat! Terima kasih...".
Panggilan keberangkatanku pun diumumkan. Saya sudah bersiap untuk Check In. Sebelum masuk ke dalam terminal domestik,
Indri     : Fatur...... Aku belum menyampaikan keinginanku..
Fatur    : Baiklah.... katakan.....
Indri     : Aku ingin kau dapat menjadi dokter Psikologis yang hebat, dan Kedepan aku ingin melihatmu sebagai ayah yang baik, dan aku ingin (samar samar)
Fatur    : Apa...... ??
Alarm bwrbunyi, pertanda waktu Tahajud. Mimpi lagi ternyata.....
Jujur, rada takut saya mimpi kayak gitu. Tapi untung itu hanya bunga tidur....... :D

Tidak ada komentar: