Kamis, 24 Januari 2013

Aku Merindukanmu

Aku Merindukanmu

Aku Merindukanmu
Saat Pertama bertemu
Tak Ada kata yang dapat kuseru
Aku terdiam terpaku
Melihat Senyum di wajahmu

Selasa, 22 Januari 2013

Tanda Dia Masih Peduli

   Udah beberapa post saya tulis, namun saya belum memperkenalkan diri. Nama saya Sunan Al- Hadad, atau Abu Rizal Faturrahman. Hanya hamba Allah SWT yg banyak salah dan seorang pelajar biasa. Banyak cerita yang kutulis berdasarkan impian yang sempat melintas di pikiranku, mimpi saat tidur, cerita lagu versi saya sendiri, bahkan cerita teman yang sedikit ku remake.

Surat Putus Asa

Semasa SMA, saya pernah suka sama teman satu kelas.  Namanya Wardhatul Abiyath, artinya mawar putih kalau tidak salah. Saya punya sebutan sendiri buat si dia, dia ku panggil Sakaki. Nama jepang sih... inspirasinya dari anime jepang. Hehehe.......

Sebenarnya rasa itu tumbuh saat kelas 3. Padahal saya sudah kenal dia lama. Ya cinta datang tiba tiba. Makin hari, rasa itu makin tumbuh dan ingin rasanya ku mengungkapkannya langsung dan pada hari itu juga. Namun sayang, dia sudah ada yang punya. Ya jadinya gak jadi deh.....

Makin hari, rasa cinta berubah menjadi cemburu yang meledak ledak. Sampai ku tak tahan melihatnya dan jatuh sakit. Saya sempat menulis surat yang berisi seperti di gambar...


Mungkin inilah curahan hatiku yang kupendam selama ini...... 

Ujian Meluluhkan Hati

   Hari itu ada ujian masuk universitas. Saya masuk ke kelas di tengah gedung. Pakaian ku waktu itu tidak resmi dan sangat lusuh. Ketika dilihat oleh salah seorang dosen, saya langsung di suruh pulang. Ya daripada gak ikut ujian. Untung saja ujiannya jam 9 pagi.
   Yang kupakai adalah baju sekolah. Baju resmi yang ada cuma itu. Pas jam sembilan pagi, saya langsung masuk kelas yang ada nama saya di daftar. Masih sedikit yang datang. Saya memilih duduk di bagian pinggir tengah dekat jendela. Selang beberapa saat, banyak calon mahasiswa yang masuk ke kelas. "Rqmai juga.....!!!" Seru diriku.

Kamis, 17 Januari 2013

Ketika seutas gambar Melukai Hati

Siang hati waktu setempat, saya dan 3 orang teman saya saling termenung melihat tugas yang begitu banyak. Entah yang mana dulu yang dikerjakan, semua terlihat sama sulitnya.

Dalam mengerjakan tugas yang menumpuk, kami selingi dengan mendengatkan lagu kesukaan kami masing masing. Saya senang classical, Maja senanh lagu galau, Gisel senang lagu slow dan scream, sementara Indri gak jelas suka lagu apa. Sempat saya bertanya tentang K-Pop, dia juga gak ngerti. J-Rock apalagi.

Setengah perjalanan, rasa lelah datang tiba tiba. Kami memutuskan istirahat sejenak. Iseng iseng kami bertukar hape masing masing. Saya dapat hapenya Indri, Indri dapat hapenya Gisel, Gisel dgn hapenya Maja, dan hapeku sendiri sama Maja.

Belum sampai menu, background hape milik Indri membuatku cemburu total. Terdapat foto Indri dengan seorang pria yang tak kukenal. Mungkin dialah Dion. Kuurungkan niatku untuk membuka kunci tombol hape Indri. Daripada nanti tambah sakit.

Selasa, 08 Januari 2013

Cerita sang Sang Guru

Ini cerita setahun yang lalu. Waktu itu pelajaran atau pembekalan sebelum kami turun ke lapangan untuk kerja magang. Kegiatan ini wajib diikuti semua peserta didik. Saya masih duduk sama Aris, belum sama Maja dan 2 orang di depan. Maja masih duduk sama Iman. Sementata mereka berdua (Indri & Gisel) sudah duduk bersama.
Bel tanda masuk kelas berbunyi. Beberapa saat kemudian, guru sejarah, sebut saja Ibu Siska masuk ke kelas kami. Dia bukan guru yang mengajar di kelas saya. Namun dia hanya disuruh untuk mengisi pembekalan magang.

Sabtu, 05 Januari 2013

Jeritan dalam Gelap (Mimpi berbingkai)

Pada hari selasa pagi, di kelas ada rapat mengenai kegiatan pecinta alam. Mereka berencana untuk mengadakan outbound di desa di pinggir kota. Mereka sengaja mengundangku sebagai perwakilan kelas.
"Kenapa harus saya?" Tanya saya
"Ya gak apa apa lah. Toh kamu juga mau kan?" Salah satu anggota menjawab.
"Iya juha sih. Ya okelah.....! Toh pengalaman baru."

Kamis, 03 Januari 2013

Pesan yang Terputus

Awalnya hanya mengkhayal bisa mengatakan "Kedepan aku ingin melihatmu sebagai
...." kepada dia.
Pernah saya bercerita tentang saya (Fatur) dan ketiga kawan saya yang duduk berdekatan yang saling berbagi cerita tentang masa depan "Jika sudah lulus mau k e mana?". Dan jawaban saya adalah kuliah mengambil jurusan psikologi, masalah di kota mana, itu urusan nanti. Saya tertarik dengan jawaban Indri yang ingin kuliah kedokteran. Dan setelah lulus dari kuliah, dia ingin punya rumah sakit sendiri. Sungguh cita cita yang luar biasa.