Sabtu, 29 Desember 2012

Hal Pertama

Jika tidak salah, waktu itu bulan Juli 2012. Hari itu adalah hari pertama semester 5 di sekolahku. Tentunya, saya tidak minder lagi dengan orang- orang yang berada di sekitarku. Karena semuanya telah kukenal, dari nama hingga karakter masing masing individu. Beberapa di antaranya, sudah kenal dekat. Sebut saja Maja, Indri, dan Gisel. Awalnya hanya saya dan Maja yang ingin duduk sebangku, karena sudah janjian dari awal. Entah mengapa Indri dan Gisel tepat di depan tempat kami duduk berdua. Sebenarnya sih biasa saja. Namun setelah beberapa hari, saya baru sadar bahwa tempat duduk saya dan Maja di kepung para kaum Hawa. :|



Selang beberapa hari, kegiatan belajar di mulai. Hari ini pelajaran IPA. Masalah Materi apa, gak usah dijelasin. Jujur saja, selama 4 semester terakhir saya tidak pernah absen dari remedial dari pelajaran ini. Hal ini yang sempat membuat saya minder dengan Maja, Indri dan Gisel. Nilai mereka yang paling bersinar dalam satu kelas, semantara saya, bagaikan api lilin di antara lampu sorot. :((

Namun saya beruntung, mereka mau mengajari saya. Walaupun pada akhirnya nilai saya tetap tidak bagus. Namun ada peningkatan dari nilai sebelumnya. Mereka orang- orang yang baik. Tak akan kulupakan kebaikan mereka dalam mengajariku pelajaran yang suntuk ini.

Sewaktu ketika, pelajaran kosong karena gurunya tidak masuk. Awalnya hanya iseng bertanya pada Maja tentang masa depan.

"Ja, lulus dari sini, lanjut kuliah atau langsung kerja?"
"Saya sih maunya langsung kerja jadi teknisi."
"Kenapa tidak kuliah?"
"Nanti aja, pengen ngerasain megang uang dulu.....!"
"Memang selama ini tidak pernah megang uang?"
"Maksudnya uang hasil keringat sendiri! haha...."
"Owh... hahaha"

Pada saat yang sama, percakapan kami di dengar tetangga depan (Indri & Gisel).
Gisel  : Eh, kedengarannya seru, ikutan donk.....
Indri   : iya nih, masa ketawa gak ngajak- ngajak....
Maja  : ya ayo gabung.....

Fatur  : Emank, kalian lulus dari sini mau lanjut kuliah atau langsung kerja?
Gisel  : Hmm, pertanyaan sulit. Tapi kayaknya saya langsung kerja. Bantu orang tua biar gak nyusahin lagi...
Fatur  : ooh, kalau kamu dri...??
Indri   : kalau aku sih pengen lanjutin kuliah. Kalau bisa, juga sambil kerja....
Maja  : Mau ambil kuliah apa?
Indri   : Rencana mau ambil perawat, atau kedokteran.....
(Sontak yang lain merasa kagum dan berkata WAW)
Fatur  : Emank kenapa pengen jadi dokter...??
Indri   : Ya pengen aja, emank gak boleh?
Fatur  : Ya gak ada yang larang, toh nilai IPA mu juga bagus....
Maja  : Kalau kamu tur..?? Dari muka2nya ni pasti kuliah sambil kerja....
Fatur  : Haha, sebenarnya iya. Namun saya tertarik kuliah...
Gisel  : Ambil kuliah apa?
Fatur  : Maunya ambil psikologis dan ambilnya pun di luar kota, kan di Balikpapan gak ada...
Maja  : Jadi setelah lulus kamu ke luar kota?
Fatur  : Bisa jadi. Seandainya saya lulus tes, saya ke luar kota. Namun jika gagal, saya tetap di sini...
Maja  : Jadi 2 yang ambil kerja dan 2 yang ambil kuliah nih...

Kami pun tertawa dengan percakapan kami...... Saya berpesan pada mereka "Jangan kau lupakan apa yang kamu mimpikan sekarang, jika perlu kau tulis, maka tuliskanlah. Namun jangan hanya kau pandang apa yang kamu impikan, segeralah lakukan, atau Mimpi itu hanya menjadi Impian."

Tidak ada komentar: