Minggu, 30 Desember 2012

Dreams an Unforgettable


Awalnya hanya iseng nulis mimpi di sebuah kertas lalu di tempel di meja belajar. Namun setelah mengerti akan pentingnya mimpi, kegiatan ini kulanjutkan. Sudah 3 mimpi yang kutulis (walau yang satunya agak ngeri).

Pertama kali menulis mimpi, sebenarnya yang kutulis adalah mimpi tadi malam. Jika tidak salah itu hari senin pada saat pelajaran IPS di dalam kelas. Setelah pelajaran selesai, kami dikejutkan dengan tes Bahasa Inggris  dadakan. Padahal belum ada persiapan sama sekali...... Waduh. Bahkan orang sebangsa Maja, Indri dan Gisel pun merasa kaget akan tes ini. Kuyakinkan mereka bertiga agar santai saja menghadapinya. Toh ini gak masuk nilai rapot. Setelah mengetahui jumlah soal ada 140, sekarang saya yang panik dan mulai pusing.


Akhirnya tes selesai. Rasa jenuh pun hilang, namun sakit kepala yang datang. Rasa mual dan tidak enak badan tiba- tiba datang. Malah hari ini ada tes hapalan di jam terakhir. Haduh.... :(

Saya pun memutuskan untuk ijin pulang. Sebelum akhirnya bertambah parah. Sesampai di rumah, tak ada yang kulakukan kecuali berbaring dan berdoa. Saya yakin, TUHAN menurunkan sakit sebagai peringatan atau teguran agar mensyukuri nikmat kesehatan, dan juga mengartikan bahwa TUHAN masih sayang sama saya.

Malam hari sebelum tidur, ku sempatkan bertanya kepada Indri dan Maja apakah tadi siang ada tugas.

Maja  : Gak ada tur, cuman yang hapalan aja.....
Indri   : Gak ada..... cepat sembuh ya, rabu kan presentasi.... :D

Saya pun tenang gak ada tugas buat besok. Mau balas sms mereka dengan "Terima Kasih", ternyata pulsanya abis.

Suatu hari di suatu universitas, saya diberi kesempatan belajar di sana mengambil pelajaran psikologi. "Waaa, kapan lagi dapat pelajaran psikologi gratis...??!!!" Seru diriku. Pada saat masuk ke kelas, saya di tanya oleh dosen.

"Kamu anak baru itu ya?"
"eee, iya pak...."
"Oh, masuk.... kamu duduk di situ....(sambil menunjuk kursi dekat jendela). Hari ini kita bahas tentang EQ terlebih dahulu"

Pelajaran pun selesai. Berhubung lagi kosong, saya melanjutkan membaca buku "Chairul Tanjung - Si Anak Singkong" di tangga kampus. Yang kubaca adalah cerita Chairul dimana ia membantu temannya yang remedial kewirausahaan. Yang membuatnya khawatir bukanlah mata kuliahnya, namun siapa yang dihadapinya, seorang Jendral. Dari cerita tersebut, ada sebuah pesan yang disampaikan penulis. "Beberapa buku sengaja saya baca hingga habis  agar memiliki banyak referensi sebagai bahan berbincangan dengan Sang Jendral seputart senjata dan Perang. Saya hanya Mahasiswa, dan lawan bicara nanti adalah seorang jendral berpengalaman."

Asik- asik membaca, tiba- tiba Indri datang ke hadapan saya dengan wajah ceria.

Indri   : Lagi asik baca ya?
Fatur  : Iya.... Ceritanya bagus....
Indri   : Ooh... (Melihat ke arah buku saya yang jatuh)

Indri langsung mengambil buku buku saya yang jatuh di tangga. Saya kaget melihatnya, yang punya buku saja tidak tahu dan tidak peduli buku-bukunya berjatuhan, tapi kok dia malah care?

Fatur  : Eh, gak usah...
Indri   : Kok gak usah? kan berantakan....
Fatur  : Ya biar saya aja nanti yang beresin.....
Indri   : Gag apa- apa kok..... Kan sebagai pendampingmu harus berbakti pada siapa yang meminangku
Fatur  : Apa......
Indri   : (Hanya tersenyum indah)

Tiba- tiba, suara pengajian dari Masjid berkumandang pertanda Waktu sholat Shubuh sebentar lagi. "Ternyata hanya mimpi." Dalam pikiranku. Langusng bergegas saya mandi dan bersiap- siap sholat Shubuh.

Pagi jam 7, saya dan ibu berangkat ke Rumah Sakit untuk cek kesehatan, dan otomatis saya ijin tidak masuk sekolah (Eh ternyata masih sekolah). Dalam menunggu antrian, saya menulis apa yang kumimpikan tadi malam. Inilah tulisannya.


Jika kurang jelas membacabya:

Mungkin hanya mimpi, namun itu
indah......... Bayangannya masih
ada hingga sekarang.

Kalau mimpi itu menjadi nyata
ada 2 kemungkinan

1. Bahagia, karena telah mendapatkan
    wanita yang terbaik dan dapat
    memberikan cinta dan kasih
    sayang untukku dan anak anak
    kita nanti

2. Takut, aku belum mampu
    membahagiakan kamu dan orang
    tuamu, namun aku berusaha
    mewujudkannya.

Pesan : Mungkin mimpi hanyalah bunga tidur. Namun terkadang Mimpi bisa membuat hari kita bersemangat. (Cieee yang baru mimpi indah).....

Tidak ada komentar: